Sabtu, 06 Oktober 2012

Mengatasi Jamur

Tanpa kita sadari ternyata penyakit bisa timbul akibat ketidakseimbangan jumlah mikroorganisme yang ada di dalam tubuh kita sendiri. Terlalu banyak maupun terlalu sedikit sama sama menimbulkan masalah. Contohnya, akibat pertumbuhan khamir alias ragi (yeast) yang terlalu pesat di dalam tubuh, 80 juta penduduk AS menderita gangguan kesehatan. Penyebabnya, khamir atau ragi Candida albicansyang sering salah kaprah disebut'jamur'. Sekitar 70 persen di antara penderita adalah wanita.
Sudah ada secara alami

Candida albicans secara alami sebenarnya terdapat pada membran mukosa dalam tubuh kita, paling banyak terdapat dalam saluran pencernaan. Selain itu, Candida juga ditemukan dalam vagina yang sehat, mulut, dan rektum. Jika pertumbuhannya terlalu pesat, Candida dapat menginfeksi vagina, sehingga terjadi peradangan, yang disebut candidiasis.

Candidiasis bisa menyerang wanita di segala usia, terutama usia pubertas. Keparahannya berbeda antara satu wanita dengan wanita lain dan dari waktu ke waktu meski pada wanita yang sama. Gejalanya, bibir vagina dan kulit di sekitarnya membengkak, menjadi kemerahan, nyeri, dan gatal. Vagina terasa panas setiap kali buang air kecil.

Gejala khas candidiasis yang paling dikenal oleh umum adalah keluarnya cairan vagina berwarna putih menyerupai keju cottage. Mungkin karena inilah candidiasispopulerdengan sebutan 'keputihan'. Cairan putih keju tersebut berbau tidak sedap, tetapi tidak busuk.

Ketika Candida tumbuh semakin pesat, sel-selnya mengalami metamorfosis. Sebagai khamir alias ragi yang semula selnya berbentuk bulat, berubah menjadi kapang yang berfilamen, memiliki sulur-sulur akar. Akar ini akan berkembang semakin panjang dan menembus sel mukosa usus. Setelah mencapai sistem sirkulasi, Candida akan melepaskan zat racun. Bersama protein yang tidak tercerna, zat racun ini akan merasuki seluruh jaringan tubuh dan mengakibatkan kemerosotan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, muncul reaksi alergi, kelelahan, dan masalah kesehatan lainnya. Istilah lain gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh 'jamur' Candida ini adalah sindroma Candida kronis (Candida-Related Complex, CRC).

Gangguan yang menyertai candidiasis

Sederet penyakit dan kondisi buruk tertentu sering dikaitkan dengan merosotnya imunitas akibat serbuan Candida. Gangguan pencernaan (berat badan meningkat, kegemukan, kembung, banyak buang gas, coliG's), seluruh tubuh terasa sakit, sakit kepala, gangguan kulit seperti jerawat dan psoriasis merupakan gangguan fisik yang sering menyertai candidiasis.

Merosotnya kekebalan tubuh akibat serbuan Candida juga bisa memunculkan alergi sari bunga maupun alergi dan sensitivitas terhadap bahan makanan, bahan kimia, dan jenis 'jamur' tertentu. Rentan terhadap bakteri dan infeksi khususnya infeksi telinga serta masalah hormonal terutama merosotnya produksi hormon tiroid (hipotiroidisme), merupakan akibat ikutan lain yang mungkin menyertai Candidiasis.

Termasuk pula sejumlah gangguan psikis seperti mudah marah, sulit tidur (insomnia), depresi, hiperaktif, gangguan pemusatan perhatian (ADD), otak'berkabut'. Lainnya berupa gangguan organ reproduksi, masalah paru-paru, merosotnya kadar gula darah sehingga mengakibatkan kelesuan (hipoglikemia), dan memudahkan terjadinya penyakit kencing manis (diabetes mellitus).

Banyak ahli percaya, pertumbuhan Candida yang terlalu pesat di dalam tubuh memiliki andil mendorong munculnya beragam penyakit kronis; antara lain sindroma kelelahan kronis (chronic fatigue syndrome), lupus, Alzheimer, penyakit Crohn, arthritis, kanker, AIDS candidiasispada paru-paru, kerongkongan, bronkhi dianggap sebagai indikator penyakit AIDS).

Bahkan, ada banyak penelitian membuktikan bahwa pertumbuhan Candida yang berlebihan dapat mengakibatkan munculnya beberapa penyakit kronis. Menurut C. Orian Tuss, MD dalam bukunya "The Missing Diagnosis'; pengobatan terapi antikhamir (anti-yeast) pada pasien penyakit autoimun menunjukkan hasil positif, bahkan untuk penyakit lupus sistemik.

Selain itu, dalam konferensi autisme pada 1995 William Shaw, PhD dari Children's Mercy Hospital dan Missourri University menyampaikan hasil penelitian laboratorium yang menunjukkan hubungan antara candidiasis dan autisme. Ditemukan bukti bahwa anak-anak penyandang autisme mendapatkan peningkatan positif ketika diobati dengan terapi antikhamir.

Penyebabnya: bisa karena salah gizi

Kasus candidiasissemakin hari dilaporkan semakin meningkat dengan cepat. Beberapa kebiasaan pola hidup 'modern' masa kini ikut melambungkan perkembangan populasi Candida di dalam tubuh. Meski bukan satu-satunya, celana dalam dari bahan tidak berventilasi seperti nilon menciptakan kehangatan, kegelapan, dan kelembapan yang mendukung pertumbuhan 'jamur'.

Pola makan salah, termasuk salah satu yang menjadi penyebab. Contohnya, mengkonsumsi gula atau pemanis berlebihan, baik yang alami maupun sintetis. Tak terkecuali terbatasnya enzim pencernaan, akibat kebiasaan makan kurang mengunyah atau rendahnya kandungan enzim alami dalam makanan lantaran menu didominasi makanan olahan atau makanan yang telah diproses secara berlebihan (processed foods). Penggunaan antibiotika berlebihan dapat menurunkan populasi 'bakteri baik' di dalam usus, sehingga merangsang pertumbuhan Candida secara berlebihan. Demikian pula dengan penggunaan komponen steroid, seperti korti-kosteroid, kontrasepsi oral, dan terapi sulih hormon (hormon replacement therapy, HR~. Pencetus lain, mengkonsumsi obat-obatan tertentu yang dapat mematikan organisme musuh Candida, yang selama ini membuat populasi Candida tetap seimbang.

Stres berlebihan atau depresi ikut memacu pertumbuhan Candida. Selain itu, Candida dapat menyebar melalui hubungan fisik seperti kontak seksual maupun prosedur medis seperti operasi, dialisis, infus, maupun pengobatan di ruang Unit Gawat Darurat (UGD). Jika Anda termasuk yang beruntung tidak mengidap candidiasis, ada baiknya melakukan pencegahan. Jagalah organ intim kewanitaan tetap bersih, tapi gunakan sabun biasa yang tidak berparfum. Usai buang air kecil maupun besar hendaknya membasuh vagina dari arah depan ke belakang, dari vagina ke anus, bukan sebaliknya. Hindari douchesterlalu sering.

Cara lain mencegah candidiasis, gunakan celana dalam dari bahan katun. Sebaiknya mandi menggunakan pancuran (shower) daripada mandi rendam. Hindari duduk menggunakan pakaian basah, terutama pakaian mandi. Jika Anda kegemukan, turunkaw berat badan.

Mengatasi secara holistik

Segera periksakan diri ke dokter begitu Anda merasakan gejala-gejala infeksi vagina, vagina berbau kurang sedap, bercak darah, atau gejala tetap muncul walaupun sudah 5 hari diobati. Dokter akan memberikan obat-obatan anti=jamur'. Biasanya dalam bentuk krem oles atau supositoria yang harus disisipkan ke dalam vagina. Bisa juga obat yang harus ditelan, walaupun jarang. Simpan krem oles atau supositoria dalam lemari es.

Sesudah perawatan, Anda mungkin ingin menyimpan sisa obat, agar dapat digunakan jika sewaktu-waktu terinfeksi kembali. Ikuti petunjuk resep.

Mengubah gaya hidup dan pola makan termasuk cara yang dianjurkan guna mengatasi candidiasis. Batasi, jika mungkin lupakan saja, makanan 'kosong gizi' yang hanya kaya kalori seperti keripik singkong, kentang goreng (French fries). Kurangi konsumsi karbohidrat sederhana, termasuk gula, sirup, pemanis sintetis. Koloni Candida sangat menyukai karbohidrat sederhana untuk pertumbuhannya. Hindari kafein, minuman bersoda, alkohol, sebaiknya pilih air putih filtrasi.

Kurangi konsumsi roti dan produk yang diolah menggunakan ragi. Kurangi produk hasil olahan susu, seperti keju, tapi bukan yogurt polos (plain yoghurt) nonpasteurisasi yang baik bagi tubuh, karena menyumbangkan 'bakteri baik' yang masih hidup. Hatihati dengan makanan yang berpotensi memicu alergi misalnya terigu, jagung, telur, cokelat.

Hindari makanan-minuman kemasan, karena mengandung bahan tambahan makanan (BTM, food additives) seperti bahan pengawet maupun pewarna yang dapat menurunkan kekebalan tubuh dan memicu berkembangnya Candida. Batasi makanan kaya lemak jenuh maupun lemak terhidrogenasi yang sering disebut lemak trans, contohnya margarin.

Jauhi obat-obatan tertentu seperti antibiotika, steroid, pil KB, hormon sintetis. Hindari bahan tambalan gigi yang mengandung merkuri atau perak, karena beracun. Bersihkan lingkungan Anda dari barang pencetus polusi, seperti produk pembersih maupun insektisida, jamur pada AC, parfum. Hindari berada di dalam ruangan penuh asap rokok, polusi bahan bangunan, dan asap kendaraan.

Ada beberapa merek obat antikhamir yang dijual di pasaran, contohnya Nystatin. Namun obat ini dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan memiliki efek samping. Efek pengobatannya hanya sementara, karena umumnya Candida dapat bermutasi menjadi bentuk yang tidak terlihat. Selain itu, obat-obatan ini justru menghancurkan organisme yang membantu mengontrol jumlah Candida. Mengingat keterbatasan tersebut hendaknya dipilih cara pengobatan holistik, karena ada strain tertentu Candida yang dapat dengan mudah bermutasi.

Kewaspadaan terhadap daerah pencernaan sangatlah penting, karena Candida terkonsentrasi di sana. Ketika makanan tidak tercerna dengan sempurna, akan terjadi fermentasi dan Candida akan tumbuh semakin cepat. Selain itu, organ hati yang tidak bekerja dengan baik dapat memicu pertumbuhan Candida.

Suplemen bisa membantu

Guna mengatasi candidiasis perlu disusun program bersifat menyeluruh (holistik) untuk mengendalikan Candida agar pertumbuhannya normal kembali. Selain gaya hidup positif dan pola makan yang baik, minum suplemen dapat membantu mengatasi candidiasis. Bahan antikhamir tersebut dapat diperoleh di toko makanan sehat (healthy food store).

Mulailah mengkonsumsi suplemen begitu gejala infeksi muncul dan teruskan suplementasi hingga candidiasis sembuh. Perlu diingat, penggunaan kombinasi suplemen tertentu seyogianya direkomendasikan oleh dokter atau dimintakan rekomendasi pada dokter, sebagai bagian dari pengobatan integratif penyembuhan infeksi khamir.

http://www.susukolostrum.com/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=346

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar